Sinopsis Novel Berjudul Surat Kecil
untuk Tuhan
1. Judul : Surat Kecil untuk Tuhan
2.
Pengarang : Agnes Davonar
3.
Penerbit : Inandra Publised
4.
Cetakan : Cetakan pertama, Juli 2008
Cetakan
kedua, September 2008
Cetakan
ketiga, November 2008
Cetakan
keempat, Agustus 2009 (Edisi Revisi)
Cetakan
kelima, Desember 2009
Cetakan
keenam, April 2010
Cetakan
ketujuh, Agustus 2010
Cetakan
kedelapan, Januari 2011
Cetakan
kesembilan, Februari 2011
Cetakan
kesepuluh, Maret 2011
Cetakan
kesebelas, Juli 2011
5.
Sinopsis :
Novel
ini menceritakan tentang perjuangan hidup seorang gadis yang bernama Gita Sesa
Wanda Cantika atau yang lebih akrab disapa Keke yang menderita penyakit Kanker Rhabdomyosarcoma atau Kanker jaringan
lunak. Kanker ini menyerang wajahnya yang semakin lama menjadikan wajahnya
semakin bengkak. Penyakitnya ini sempat dirahasiakan oleh ayahnya. Tetapi,
akhirnya semua terungkap. Berbagai cara telah dilakukan ayahnya untuk
menyembuhkan wajah putrinya. Sampai Keke harus menjalani kemoterapi yang
membuat tubuhnya sakit semua. Tuhan memberikan jalan. Keke sembuh dari
penyakit Kanker Rhabdomyosarcoma itu.
Sayangnya,
kesembuhannya itu tidak berlangsung lama. Penyakit Kanker Rhabdomyosarcoma itu kembali menggerogoti tubuh Keke. Kali ini,
menyerang bagian mata sebelah kanan. Keke sempat marah kepada Tuhan. Dia tidak
terima. Tetapi, itu semua sia – sia. Ayahnya kembali mencari berbagai cara.
Sampai Keke berobat ke Singapura. Tetapi, tidak ada hasilnya. Kanker Rhabdomyosarcoma telah menjalar ke
seluruh tubuhnya. Suatu malam, Keke dilarikan ke rumah sakit. Keke koma selama
tiga hari. Saat koma ia bermimpi bertemu dengan malaikat cantik. Keke merasa
nyaman ditempat malaikat cantik itu. Kemudian dia berjanji kepada malaikat itu
untuk kembali kepadanya setelah dia berpamitan kepada ayahnya. Sebelum pergi
Keke menulis sebuah surat. Surat itu berjudul “Surat Kecil untuk Tuhan”. Berisi
semua harapan Keke selama ini. Keke tersadar dari komanya. Dilihatnya semua
keluarganya sudah berkumpul. Dengan susah payah Keke berpesan kepada mereka
semua agar semuanya hidup rukun dan bahagia meskipun Keke tidak ada. Ternyata
itu adalah pesan terakhir Keke. Keke menghembuskan nafas terakhirnya. Semua
orang menangisi kepergiannya.
6.
Unsur Intrinsik :
a)
Judul : Surat Kecil untuk Tuhan
b)
Tokoh :
Tokoh
di dalam cerita :
1)
Gita Sesa Wanda Cantika (Keke)
2)
Ayah Keke
3)
Ibu Keke
4)
Tante Keke
5)
Paman Keke
6)
Kiki
7)
Andi
8)
Fadha
9)
Shifa
10)
Bibi
11)
Angel
12)
Lia
13)
Maya
14)
Dokter Adi
15)
Prof. Lukman
16)
Pak Iyus
17)
Prof. Muklis
18)
Prof. Peng
Tokoh di luar cerita :
1)
Idha
2)
Chika
3)
Keisya
4)
Juju
5)
Deasy
6)
Dhinda
7)
Andhini
c)
Watak :
1)
Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) adalah seorang gadis yang
sangat periang, tabah, tidak mudah putus asa, usil, suka menolong, dan
penyayang.
2)
Ayah Keke adalah seorang ayah yang sangat sabar, tabah,
pekerja keras, penyayang, dan rela berkorban.
3)
Ibu Keke adalah seorang ibu yang perhatian, tabah dan
penyayang.
4)
Tante Keke adalah seseorang yang perhatian dan penyayang.
5)
Paman Keke adalah seseorang yang sabar dan perhatian.
6)
Kiki adalah kakak dari Keke yang suka menolong dan
perhatian.
7)
Andi adalah pacar Keke yang sangat sabar, setia, dan
perhatian.
8)
Fadha adalah sahabat Keke yang baik, ramah, perhatian dan
mudah marah.
9)
Shifa dan Maya adalah sahabat Keke yang optimis dan .
10)
Bibi adalah pembantu di rumah Keke yang sangat perhatian.
11)
Angel dan Lia adalah musuh Keke yang selalu optimis dan
selalu mengejek Keke. Tetapi akhirnya mereka sadar jika perbuatan mereka salah
dan berubah menjadi orang baik.
12)
Dokter Adi adalah seorang dokter yang ramah.
13)
Prof. Lukman adalah seorang dokter yang ramah dan
pengertian.
14)
Pak Iyus adalah seseorang yang baik, pengertian, dan suka
membantu
15)
Prof. Muklis adalah seorang dokter yang ramah, pengertian,
dan tidak mudah menyerah.
16)
Prof. Peng adalah seorang dokter di Singapura yang ramah.
d)
Latar :
Latar
tempat :
1)
Rumah Keke
2)
Lapangan upacara SMA Al-Kamal
3)
Ruang kelas
4)
Rumah Kak Putri
5)
Ruang makan
6)
Rumah sakit
7)
Ruang periksa rumah sakit
8)
Kamar ayah
9)
Kantin sekolah
10)
Toilet sekolah
11)
Ruang praktek Prof. Muklis
12)
Ruang kemoterapi
13)
Kamar inap Keke
14)
WTC di Jakarta
15)
Villa di Puncak
16)
Bioskop
17)
Ruang tamu rumah Keke
18)
Ruang inap Keke di Singapura
19)
Bandung
20)
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
21)
Ruang Kepala Sekolah
22)
Sebuah rumah besar
23)
Ruang inap Keke di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
Latar
waktu:
1)
Pagi hari
2)
Keesokan harinya
3)
Hari ini
4)
Saat makan malam
5)
Sore hari
6)
Tengah malam
7)
Malam hari
8)
Lima hari kemudian
9)
Sepanjang perjalanan pulang
10)
Empat hari kemudian
11)
Saat kemoterapi ke empat
12)
Dua hari kemudian
13)
Saat pulang sekolah
14)
Saat ujian
15)
Hari – hari menjelang liburan kelas
16)
Empat bulan kemudian
17)
Setelah dua hari sejak mimpi buruk
18)
Sore hari
19)
Saat pelajaran Sejarah
20)
Dua jam kemudian
21)
Setelah dua hari di rumah sakit
22)
Setelah aku bangun
23)
Tiga hari setelah menerima hasil rontgen
24)
Menjelang keberangkatan ke Singapura
25)
Setibanya di Singapura
26)
Ketika aku belajar di kamar
27)
Setelah hari itu
28)
Saat ujian kenaikan kelas
29)
Suatu malam
30)
Tiga hari aku koma
31)
Saat bangun dari koma
Latar suasana :
1)
Menyenangkan
2)
Menyedihkan
3)
Mengharukan
e)
Sudut pandang : sudut pandang orang ke satu
(akuan)
f)
Alur : alur maju mundur atau campuran
g)
Tema : perjuangan hidup Keke
h)
Amanat :
1)
Kita tidak boleh menyerah dengan kondisi kita
2)
Kita harus tetap berusaha apapun kondisi yang sedang kita
alami
3)
Kita harus sabar dan tabah menghadapi apapun masalah kita
4)
Kita tidak boleh menyalahkan Tuhan karena nasib kita yang
mungkin kurang beruntung
i)
Isi :
perjuangan seorang Keke
dalam menghadapi penyakit Kanker Rhabdomyosarcoma
atau Kanker jaringan lunak yang sempat sembuh dan beberapa bulan kemudian
kembali menyerangnya. Juga, perjuangan sang ayah untuk bisa mengembalikan hidup
anaknya yang sempat kehilangan semangat hidup.
7.
Unsur ekstrinsik :
Agama :
terlihat dari bagian novel
yang menceritakan Ayah Keke sedang menjalankan sholat tahajud tengah malam dan
saat Keke koma banyak yang melantunkan ayat – ayat suci Al-qur’an dan kemudian
Keke sadar dari koma.
Kesehatan : terlihat
dari novel yang membahas habis tentang penyakit Kanker Rhabdomyosarcoma atau Kanker jaringan lunak. Mulai dari gejalanya
dan cara penyembuhan secara pengobatan medis ataupun secara pengobatan herbal.
Ekonomi : terlihat
dari kisah Keke yang awalnya mempunyai kehidupan yang semuanya serba tercukupi
tetapi, setelah digunakan untuk berobat kini keadaan ekonominya pas – pasan.
Social : terlihat dari persahabatan antara Keke dan teman –
temannya. Meskipun Keke mengalami kanker yang membuat wajahnya seperti monster,
teman – temannya tetap setia ada di samping Keke.








0 komentar:
Posting Komentar